di bawah ini merupakan makalah struktur dan fungsi tumbuhan. Terima kasih telah mengunjungi blog saya guys. jika ada yang ingin di butuhkan bisa hubungi email saya. tapi saya jarang buka email hahah. dan mohon maaf gambarnya tidak ada, di karenakan tidak bisa di cantumkan. jadi cari sendiri aja ya.
instagram => @faraagraf
facebook => Rifdah Faradillah
Youtube => RFD Production (jangan lupa di subscribe❤)
jangan lupa untuk berlangganan di blog saya ya guys. jangan sungkan untuk komen, berikan pendapat terbaik kalian. terima kasih☺
Kata
Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga
kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya
yang berjudul “STRUKTUR DAN FUNGSI TUMBUHAN”
Makalah ini berisikan tentang
informasi Struktur dan fungsi tumbuhan. Struktur tumbuhan terdiri dari akar,
batang, daun, biji dan buah, bunga.
Makalah ini akan membahas satu persatu bagian-bagian tumbuhan tersebut beserta
fungsinya.
Kami menyadari bahwa makalah ini
jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan ada kritik dan saran yang
bersifat membangun untuk menyempurnakan
makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Palembang,
21 Oktober 2018
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................1
DAFTAR ISI.........................................................................2
BAB I PENDAHULUAN.......................................................3
A.
Latar
Belakang...............................................................3
B.
Rumusan
Masalah..........................................................4
C.
Tujuan...........................................................................4
BAB II PEMBAHASAN.......................................................5
A.
Struktur dan Fungsi Akar..............................................5
B. Struktur
dan Fungsi Batang...........................................11
C. Struktur
dan Fungsi Daun.............................................16
D. Struktur
dan Fungsi Bunga............................................21
E. Struktur
dan Fungsi Biji dan Buah.................................23
BAB III PENUTUP
A.Kesimpulan......................................................................27
DAFTAR PUSTAKA............................................................28
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Pada awal perkembangan tumbuhan, semua sel melakukan pembelahan diri. Akan
tetapi, pada pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya, pembelahan sel menjadi
terbatas hanya di bagian khusus dari tumbuhan. Jaringan khusus tersebut tetap
bersifat embrionik dan selalu membelah diri. Jaringan embrionik ini disebut
meristem. Pada dasarnya, pembelahan sel dapat pula berlangsung pada jaringan
lain selain meristem, seperti pada korteks batang, tetapi pembelahannya sangat
terbatas.
Pada proses pembelahan, sel-sel meristem akan tumbuh dan mengalami spesialisasi
membentuk berbagai macam jaringan yang tidak lagi mempunyai kemampuan membelah
diri. Jaringan inilah jaringan dewasa.
Struktur utama tubuh tumbuhan
tingkat tinggi ( tumbuhan berbiji ) terdiri atas : akar, batang dan daun,
disamping struktur tersebut tumbuhan juga ada yang dilengkapi
dengan bunga dan buah. Sedangkan untuk tumbuhan tingkat rendah (tumbuhan tak
berbiji ) umumnya tidak memiliki struktur seperti akar, batang , dan daun
. Dapatkah kamu memberikan contoh – contoh kedua golongan tumbuhan di
atas ?
Seperti halnya tubuh hewan, tubuh tumbuhan pun terdiri atas sel
yang tersusun secara teratur membentuk suatu jaringan, Sel-sel yang membentuk jaringan tersebut berasal
dari hasil pembelahan sel zigot,
yaitu sel hasil peleburan antara sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina.
Dari sel zigot itulah kemudian berkembang melalui proses pembelahan sel menjadi
berbagai macam sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang berbeda. Proses
pertumbuhan dan terbentuknya kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang
berbeda itu disebut dengan peristiwa Deferensiasasi.
Dari peristiwa deferensiasi akan terbentuk berbagai macam jaringan, selanjutnya
dari berbagai macam jaringan akan membentuk organ tubuh tumbuhan seperti akar,
batang dan daun. Karena organ-organ tubuh tumbuhan mempunyai sifat dan
fungsi yang berbeda maka struktur organ pun berbeda pula.
Untuk memudahkan memahami struktur organ tubuh tumbuhan maka terlebih dahulu
dibahas sedikit tentang berbagai macam jaringan yang menyusun organ-organ tubuh
tumbuhan.
B. Rumusan masalah
1. Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan pada
tumbuhan?
2. Apa saja struktur dan fungsi dari tumbuhan?
3. Apa saja hama dan penyakit pada tumbuhan?
4.
Apa yang
dimaksud dengan kultur jaringan?
C. Tujuan
Makalah ini dimaksudkan untuk
membahas tentang struktur dan fungsi tumbuhan agar mahasiswa mengerti tentang
analogi dan morfologi pada tumbuhan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Struktur dan
Fungsi Akar
Akar tumbuhan merupakan struktur
tumbuhan yang terdapat di dalam tanah. Akar adalah tempat masuknya mineral atau
zat-zat hara. Akar merupakan kelanjutan sumbu tumbuhan. Tumbuhan dikotil dan
monokotil ada perbedaan sistem perakaran. Pada akar tumbuhan monokotil tersusun
sistem akar serabut.
1. Struktur
Akar
Struktur
akar dapat dilihat secara morfolgi dan anatomi.
a.
Morfologi (Struktur Luar) Akar
Panjang akar dipengaruhi oleh faktor
eksternal seperti porositas tanah, tersedianya air dan mineral, dan kelembapan
tanah. Morfologi akar terdiri dari rambut akar, batang akar, ujung akar, dan
tudung akar.
Rambut akar merupakan perluasan
permukaan dari sel-sel epidermis akar yang berguna untuk memperluas daerah
penyerapan. Rambut akar hanya tumbuh di dekat ujung akar dan pada umumnya
relatif pendek. Ujung akar tersusun dari jaringan meristem yang sel-selnya
berdinding tipis dan aktif membelah diri.
Tudung akar terdapat di
ujung akar dan melindungi promeristem akar serta membantu penembusan tanah oleh
akar.pada banyak tumbuhan, sel sentral di tudung akar membentuk struktur yang
lebih jelas dan tetap yang disebut
kolumela. Sel tudung akar mensekresikan lendir yang terdiri atas polisakarida.
Dan tudung akar bekembang secara terus menerus. Fungsi tudung akar adalah untuk
melindungi ujung akar terhadap kerusakan mekanis pada waktu menembus tanah.
Untuk memudahkan akar menembus tanah, bagian luar tudung akar mengandung
lendir.
b. Anatomi
(Struktur Dalam) Akar
Anatomi akar terdiri dari epidermis, korteks,
endodermis, dan stele.
1) Epidermis
(kulit/lapisan luar akar) terdiri dari sel yang trersusun rapat. Dinding sel
epidermis tipis sehingga dapat dilalui air.
2) Korteks/kulit
pertama yang tersusun dari lapisan-lapisan sel yang berdinding tipis. Koteks
memiliki ruang-ruang antarsel yang berfungsi untuk pertukaran gas. Peran
korteks adalah sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan.
3) Endodermis
akar
yang terbentuk dari selapis sel yang tebal. Sebagian besar sel-sel
endodermis memiliki pita kaspari yang mengandung zat suberin atau zat
lignin. Fungsi endodermis adalah mengatur jalannya larutan yang diserap ke
silinder pusat. Kemudian ada stele (silinder pusat) yang terdiri dari perisikel
(perikambium), xilem (pembuluh kayu), dan floem (pembuluh tapis). Perisikel
adalah lapisan terluar dari stele yang berperan dalam pertumbuhan sekunder dan
pertumbuhan akar ke samping. Di dalam perisikel terdapat xilem dan floem yang
merupakan berkas pengangkut. Ada juga empulur yang hanya terdapat pada
tumbuhan dikotil.
4) Stele akar
(silinder pusat). Stele pada akar tersusun atas perisikel
(perikambium), xilem (pembuluh kayu), dan floem (pembuluh tapis). Perisikel
merupakan lapisan terluar dari silinder pusat yang terdiri dari satu atau
beberapa lapisan sel. Perisikel berfungsi dalam pertumbuhan sekunder dan
pertumbuhan akar ke samping. Sedangkan xilem dan floem yang merupakan berkas
pembuluh angkat terletak di sebelah dalam perisikel. Pada akar tumbuhan
monokotil terdapat empulur, sedangkan pada akar tumbuhan dikotil tidak
terdapat empulur.
2.
Fungsi Akar
Bagi tumbuhan akar memiliki beberapa kegunaan, antara
lain, untuk menyerap air dan zat hara, untuk menunjang berdirinya tumbuhan,
serta untuk menyimpan cadangan makanan.
a) Menyerap air
dan zat hara (mineral).
Tumbuhan memerlukan
air dan zat hara untuk kelangsungan hidupnya. Untuk memperoleh kebutuhannya
tersebut, tumbuhan menyerapnya dari dalam tanah dengan menggunakan akar. Oleh
karena itu, sering dijumpai akar tumbuh memanjang menuju sumber yang banyak
mengandung air.
b) Menunjang
berdirinya tumbuhan.
Akar yang
tertancap ke dalam tanah berfungsi seperti pondasi bangunan. Akar membuat
tumbuhan dapat berdiri kokoh di atas tanah. Oleh karena itu, tumbuhan dapat
bertahan dari terjangan angin kencang dan hujan deras.
c) Sebagai alat
pernapasan.
Selain
menyerap air dan zat hara, akar juga menyerap udara dari dalam tanah. Hal ini
mungkin dilakukan karena pada tanah terdapat pori-pori. Melalui pori-pori
tersebut akar tumbuhan memperoleh udara dari dalam tanah.
d) Sebagai
penyimpan makanan cadangan.
Pada
tumbuhan tertentu, seperti ubi dan bengkoang, akar digunakan sebagai tempat
menyimpan makanan cadangan. Biasanya, akar pada tumbuhan tersebut akan membesar
seiring banyaknya makanan cadangan yang tersimpan. Makanan cadangan ini digunakan
saat menghadapi musim kemarau atau ketika kesulitan mencari sumber makanan.
Manusia juga
sering menggunakan akar tumbuhan untuk keperluan hidupnya. Misalnya, sebagai
sumber makanan, contohnya ubi kayu, ubi jalar, dan wortel; sebagai bahan
obat-obatan, contohnya jahe, kunyit, dan akar pepaya; sebagai parfum, contohnya
akar bit; sebagai bumbu,contohnya jahe, kunyit,dan laos.
3. Sifat-sifat akar
1)
merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di
dalam tanah, dengan arah tumbuh ke pusat bumi ( geotrop ) atau menuju ke air
(hidrotrop), meninggalkan udara dan cahaya.
2)
tidak
berbuku-buku, jadi juga tidak beruas dan tidak mendukung daun-daun atau
sisik-sisik maupun bagian-bagian lainya.
3)
warna tidak
hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan.
4)
tumbuh terus
pada ujungnya, tetapi umumnya pertumbuhannya masih kalah pesat jika
dibandingkan dengan bagian permukaan tanah.
5)
bentuk
ujungnya seringkali meruncing, hingga lebih mudah untuk menembus tanah.
4.
Jenis Akar
Secara umum,
ada dua jenis akar yaitu:
1) Akar serabut
Akar serabut berbentuk seperti
serabut. Ukuran akar serabut relatif kecil, tumbuh di pangkal batang, dan
besarnya hampir sama. Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan monokotil .
Walaupun terkadang, tumbuhan dikotil juga memilikinya (dengan catatan, tumbuhan
dikotil tersebut dikembangbiakkan dengan cara cangkok , atau stek ). Fungsi
utama akar serabut adalah untuk memperkokoh berdirinya tumbuhan.
2)
Akar
tunggang.
Akar tunggang adalah akar yang
terdiri atas satu akar besar yang merupakan kelanjutan batang, sedangkan
akar-akar yang lain merupakan cabang dari akar utama. Perbedaan antara akar
utama dan akar cabang sangat nyata. Akar ini
umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil. Fungsi utamanya adalah untuk menyimpan
makanan.
5.
Susunan Akar
Dikotil
Akar
tumbuhan dikotil pada umumnya tersusun atas bagian epidermis, korteks,
endodermis, dan silinder pusat(stele).
a)
Epidermis
Epidermis,
tersusun atas selapis sel, berdinding tipis, berkutikula, dan tersusun dari
rapat. Sebagian besar sel epidermis membentuk rambut akar dengan jalan
mengadakan perpanjangan ke arah lateral dari dinding luarnya. Rambut akar
adalah sel epidermis yang memanjang keluar tegak lurus permukaan akar, dan
berbentuk tabung. Rambut ini bermanfaat untuk memperluas permukaan sehingga
penyerapan menjadi lebih efektif.
b)
Korteks
Korteks
akar menempati sebagian besar akar. Terdiri beberapa lapis, di dalam korteks
terdapat ruang antar sel yang memanjang sepanjang akar. Korteks terdiri dari sel parenkim. Sel
korteks biasanya besar dan bervakuola besar. Plastida didalamnya menghimpun
pati.
c)
Endodermis
Satu
atau beberapa lapis sel korteks di bawah epidermis memiliki dinding sel yang
dilapisi suberin, sejenis karbohidrat yang menyebabkan bagian ini
tampak berbeda dengan korteks yang lain. Lapisan sel korteks yang
paling dalam tersusun rapat tanpa ruang antar sel dan terdiri atas sel=sel
berbentuk kotak, disebut lapisan endodermis. Sel-sel endodermis mengalami
penebalan suberin pada dinding-dinding radial dan vertikalnya sehingga
membentuk semacam pita. Pita ini disebut pita caspary, sesuai dengan nama
penemunya, Caspary.
d)
Silinder
pusat atau stele
Silinder
pusat, tersusun atas lingkaran tepi dan jaringan pembuluh. Lingkaran tepi
terdapat di sebelah dalam dan berdampingan dengan endodermis, tersusun atas
sel-sel parenkim. Pada bagian ini tumbuhlah akar lateral.
Jaringan
pembuluh tersusun atas jaringan xilem dan floem yang tersusun berselang-seling
pada bidang radial. Antara xilem dan floem dipisahkan oleh sederetan sel
parenkim yang dikenal sebagai kambium.
6.
Susunan Akar
Tumbuhan Monokotil
Pada
dasarnya susunan jaringan pada akar tumbuhan monokotil adalah sama dengan yang
terdapat pada akar tumbuahan dikotil. Namun beberapa perbedaan yang tampak
adalah :
a) Endodermis
sering membentuk dinding sekunder yang tebal sehingga mudah dikenali pada
penampang melintang akar dengan pewarnaan yang baik.
b) Pertumbuhan
xilem awal terhenti sebelum bagian pusat terbentuk sehingga jalur-jalur xilem
tidak berbentuk binang melainkan satu ikatan dengan lainnya.
c) Pada
akar monokotil antara xilem dan floem tidak terdapat kambium, sehingga xilem
dan floem tersusun secara tidak teratur.
B.
Struktur Batang dan Fungsinya
- Morfologi
(Struktur Luar) Batang
Morfologi batang setiap tumbuhan berbeda-beda. Seperti panjang batang yang
tidak sama. Ada yang panjang dan ada yang pendek. Itu dipengaruhi oleh sifat
genetis dan kondisi lingkungan, seperti suhu, cahaya, dan kesuburan tanah.
Jadi, tumbuhan dengan jenis yang sama akan memiliki panjang batang yang berbeda
karena kondisi lingkungan yang berbeda. Berdasarkan keadaan batang, ada 2
kelompok tumbuhan tingkat tinggi. Yaitu, tumbuhan herba (tumbuhan lunak) dan
tumbuhan berkayu. Pada kedua tumbuhan tersebut ada daun-daun di seluruh
batangnya. Pada batang terdapat nodus/buku (tempat meletaknya daun) dan
internodus (daerah di anatara 2 buku).
Pada
umumnya, batang tumbuhan herba itu lunak, berwarna hijau, memiliki
jaringan kayu yang sedikit atau tidak ada sama sekali, ukuran batangnya kecil,
dan umurnya relatif pendek. Contohnya adalah jagung, kangkung, bunga matahari,
bayam, dan kacang.
Sedangkan batang
tumbuhan berkayu biasanya keras dan umurnya relatif panjang. Pada batang
yang tua, terdapat kulit kayu yang tebal dan lubang-lubang kecil
(lentisel) pada permukaannya agar oksigen dapat masuk ke dalam sel-sel
batang secara difusi. Oksigen itu berfungsi untuk proses pernapasan.
b.
Anatomi
(Struktur Dalam) Batang
Ada
perbedaan anatomi batang antara tumbuhan herba dan tumbuhan berkayu.
a)
Pada bagian luar batang tumbuhan herba, yang
merupakan sel-sel epidermis yang tipis, terdapat stomata. Lalu, di bawah
epidermis ada sel-sel korteks. Fotosintesis dapat berlangsung dalam batang
karena sel-sel korteks tersebut memiliki klorofil. Batang tumbuhan herba ini
tidak memiliki jaringan kayu dan tidak mengandung gabus, tetapi memiliki
jaringan penyokong. Jaringan penyokong, yaitu kolenkim dan sklerenkim, adalah
penyebab batang tumbuhan herba mampu menopang daun-daun dan berdiri tegak.
b)
Pada batang tumbuhan berkayu epidermis,
korteks, dan stele.
1.
Edpidermis batang terdiri dari satu lapisan sel yang
tersusun rapat dan tidak berongga. Dinding sel epidermis yang dilapisi
kutikula itu tebal. Lapisan epidermis ini berperan sebagai lapisan pelindung
bagi lapisan-lapisan yang ada di dalamnya.
2. Korteks
batang adalah jaringan parenkim yang terdiri dari beberapa lapisan sel
berdinding tipis yang memiliki vakuola besar. Korteks memiliki
rongga-rongga/ruang-ruang antarsel yang berfungsi untuk pertukaran
udara. Dalam korteks terdapat floeterma. Floeterma adalah
lapisan terdalam pada korteks yang memiliki bentuk dan susunan khas, serta
mengandung butir-butir pati. Fungsi korteks pada sebagian besar tumbuhan
adalah sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan. Penyebab korteks
tidak terlihat jelas pada batang tumbuhan monokotil adalah
tersebarnya ikatan pembuluhnya secara tidak teratur.
3. Stele/Silinder
pusat merupakan bagian terdalam batang. Pada stele terdapat xilem (pembuluh
kayu) di bagian dalam dan floem (pembuluh tapis) di bagian luar. Pada
tumbuhan dikotil terdapat kambium di antara xilem dan floem,
sedangkan tumbuhan monokotil tidak memiliki kambium. Kambium ini yang
menyebabkan batang tumbuhan dikotil bertambah besar. Jaringan kambium
ini, yang terdiri dari sel yang selalu membelah diri,
memisahkan kulit kayu dari bagian batang lain. Bagian kayu pada
batang lebih tebal dari pada bagian kulit karena kegiatan kambium yang membentuk
sel xilem (kayu) ke arah dalam lebih besar daripada kegiatan membentuk
sel-sel floem (kulit kayu) ke arah luar. Kegiatan kambium terpengaruh oleh
tersedianya air dan mineral, sehingga pembuluh-pembuluh kayu yang dihasilkan
pada musim hujan lebih besar dan lebih banyak daripada yang dihasilkan pada
musim kemarau. Jadi, terdapat batas-batas yang menunjukkan kegiatan
kambium selama musim hujan dan musim kemarau pada kayu tumbuhan dikotil.
Batas-batas ini disebut lingkaran tahun yang menunjukkan umur tumbuhan
tersebut. Lalu, bagian dalam pada stele adalah empulur yang merupakan
bagian paling luas pada batang. Ada juga garis-garis radial yang tampak dari
pusat ke arah kulit kayu yang disebut jari-jari empulur. Jari-jari empulur ini
dilalui oleh air dan zat-zat makanan yang bergerak ke arah samping. Empulur ini
sulit dibedakan dengan jari-jari empulur pada tumbuhan monokotil.
Batang dapat diumpamakan sebagai sumbu tubuh tumbuhan. Bagian ini umumnya
tumbuh di atas tanah. Arah tumbuh batang tumbuhan menuju sinar matahari.
Umumnya batang bercabang, tetapi pada tumbuhan tertentu batangnya tidak
memiliki cabang seperti pada tumbuhan pisang, kelapa, dan pepaya. Struktur
batang terdiri atas epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat (stele).
Silinder pusat pada batang ini terdiri atas beberapa jaringan yaitu empulur,
perikardium, dan berkas pengangkut yaitu xilem dan floem. Batang tumbuhan dapat
dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu batang berkayu, batang rumput, dan
batang basah.
Batang berkayu memiliki kambium. Kambium mengalami dua arah pertumbuhan,
yaitu ke arah dalam dan ke arah luar. Ke arah dalam, kambium membentuk kayu,
sedangkan ke arah luar membentuk kulit. Karena pertumbuhan kambium inilah
batang tumbuhan bertambah besar. Contoh tumbuhan yang memiliki batang jenis
ini, antara lain, jati, mangga, dan mranti. Tumbuhan batang rumput memiliki
ruas-ruas dan umumnya berongga. Batang jenis ini mudah patah dan tumbuhannya
tidak sebesar batang berkayu. Misalnya, tanaman padi, jagung, dan rumput.
Tumbuhan batang basah memiliki batang yang lunak dan berair. Misalnya, tumbuhan
bayam dan patah tulang.
Umumnya, warna batang muda adalah
hijau muda, sedangkan warna batang yang telah tua adalah kecokelat-cokelatan.
Bagi tumbuhan, batang memiliki beberapa kegunaan, antara lain sebagai penopang,
pengangkut air dan zat-zat makanan, penyimpan makanan cadangan, serta sebagai
alat perkembangbiakan.
Fungsi utama batang adalah menjaga
agar tumbuhan tetap tegak dan menjadikan daun sedekat mungkin dengan sumber
cahaya (khususnya matahari). Batang tumbuh makin tinggi atau makin panjang. Hal
ini menyebabkan daun yang tumbuh pada batang makin mudah mendapatkan cahaya.
Pengaruh cahaya pada tumbuhan akan kamu pelajari di kelas lima.
Batang berguna sebagai pengangkut
air dan mineral dari akar ke daun. Selain itu, batang berperan penting dalam
proses pengangkutan zat-zat makanan dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
Pada beberapa tumbuhan, batang
berfungsi sebagai penyimpan makanan cadangan. Misalnya, batang pada tumbuhan
sagu. Makanan cadangan disini juga bisa berwujud air, Misalnya, pada tumbuhan
tebu dan kaktus. Makanan cadangan ini akan digunakan saat diperlukan.
Batang juga berfungsi sebagai alat
perkembangbiakan vegetatif. Hampir semua pertumbuhan vegetatif, baik secara
alami maupun buatan, menggunakan batang. Tentang perkembangbiakan ini akan kamu
pelajari lebih lanjut di kelas VI.
Bagi manusia, batang tumbuhan yang
membentuk kayu dapat dimanfaatkan, antara lain, untuk membuat perabot rumah
tangga, contohnya batang pohon jati; untuk bahan makanan, contohnya sagu,
asparagus; untuk bahan industri, contohnya tebu dan bambu.
Tumbuhan memiliki daun. Daun
merupakan bagian tumbuhan yang tumbuh dari batang. Daun umumnya berbentuk tipis
dan berwarna hijau.
Warna hijau tersebut disebabkan warna klorofil yang ada pada daun. Namun, daun ada juga yang berwarna kuning, merah, atau ungu.
Warna hijau tersebut disebabkan warna klorofil yang ada pada daun. Namun, daun ada juga yang berwarna kuning, merah, atau ungu.
Struktur daun dapat kita bedakan menjadi dua yaitu morfologi
(strktur luar) daun dan anatomi (struktur dalam) daun.
a.
Morfologi (Struktur Luar) Daun
Pada
umumnya daun berwarna hijau. Warna hijau daun itu disebabkan oleh kandungan
kloroplas di dalam sel-sel daun. Di dalam kloroplas terdapat klorofil. Secara
morfologi, pada umunya daun memiliki bagian-bagian antara lain helaian daun (lamina)
dan tangkai daun (petiolus).
Tangkai daun
terdapat bagian yang menempel dengan batang yag disebut pangkal tangkai daun.
Pada daun tubuhan monokotil, pangkal daun berbentuk pipih dan lebar serta
membungkus batangnya. Pangkal daun itu disebut juga pelepah daun. Contoh
pelepah daun terdapat pada tumbuhan pisang dan talas.
Daun
yang memiliki ketiga bagian daun yaitu pelepah daun, tangkai daun, dan helaian
daun disebut juga daun sempurna. Tetapi daun yang tidak memiliki satu bagian
daun atau lebih disebut daun tidak sempurna.
Daun
yang hanya memiliki satu helai daun disebut daun tunggal, contoh daun mangga
dan daun yang memiliki lebih dari satu helai daun pada tangkainya disebut daun
mejemuk, contoh daun belimbing. Daun mejemuk ada yang menyirip dan ada pula
yang menjari. Daun majemuk menyirip ada yang menyirip tunggal dan ganda.
Pada umumnya tumbuhan dikotil memiliki
tulang daun menyirip atau menjari. Sedangkan tembuhan monokotil memiliki daun
dengan tulang daun sejajar atau melengkung. Selain itu, daun juga
memiliki urat. Urat daun adalah susunan pembuluh pengangkut pada daun. Tumbuhan
monokotil memiliki urat daun yang memanjang dari pangkal ke ujung daun secara
sejajar. Tumbuhan dikotil memiliki urat daun yang membentuk jaringan. Urat daun
tersebut bercabang-cabang hingga menjadi percabangan kecil dan membentuk
susunan seperti jaring atau jala.
Bentuk tulang daun juga
bermacam-macam, antara lain, menyirip, melengkung, menjari, dan sejajar.
a) Menyirip.
Tulang daun
jenis ini memiliki susunan seperti sirip-sirip ikan. Contoh tumbuhan yang
memiliki jenis tulang seperti ini adalah tulang daun jambu, mangga, dan
rambutan.
Tulang daun melengkung berbentuk seperti garis-garis melengkung. Tulang
daun jenis ini dapat kita temukan pada berbagai tumbuhan di lingkungan sekitar
kita. Misalnya, tulang daun sirih, gadung, dan genjer.
Tulang daun menjari bentuknya seperti jari-jari tangan manusia. Misalnya,
tulang daun pepaya, jarak, ketela pohon, dan kapas.
Tulang daun sejajar berbentuk seperti garis-garis sejajar. Tiap-tiap ujung
tulang daun menyatu. Misalnya, tulang daun tebu, padi, dan semua jenis
rumput-rumputan. Daun tunggal adalah daun yang memiliki satu helai daun di
setiap tangkainya. Daun majemuk adalah daun yang memiliki beberapa helai daun
di setiap tangkainya.
b.
Anatomi
(Struktur Dalam) Daun
Pada dasarnya, anatomi daun dengan
batang itu sama jika diamati dibawah mikrosop akan tampak bagian-bagian mulai
dari atas yaitu epidermis, jaringan tiang (palisade), jaringan bunga karang
(spons) dan berkas pembuluh angkut daun.
a) Epidermis
daun merupakan lapisan terluar dari daun bagian atas dan bawah. Epidermis daun
terdiri dari saru lapis sel-sel epidermis yang tidak memiliki ruang antarsel.
Epidermis daun berfungsi untuk melindungi bagian atas maupun bawah daripada sel
tersebut. Untuk mencegah penguapan airyang berlebihan, umumnya dan memiliki
lapisan lilin atau rambut-rambut halus. Diantara sel-sel epidermis terdapat
stomata (mulut daun) yang berfungsi sebagai pertukaran gas. Stomata umumnya terdapat
pada bagian bawah daun tetapi letak stomata tumbuhan air terdapat di bagian
atas daun.
b) Jaringan
tiang (palisade) adalah kumpulan sel-sel berbentuk silindris, tegak,
tersusun rapat, dan mengandung kloroplas. Jaringan palisade terletak dibawah
epidermis dan pada jaringan tiang ini terjadi fotosintesis.
c) Jaringan
bunga karang (spons) adalah jaringan yang berbentuk tidak teratur dan ada
ruang antarsel. Jaringan yang tidak rapat ini berfungsi untuk menampung
karbon dioksida untuk proses fotosintesis.
d) Berkas
pembuluh angkut terdapat di dalam tulang-tulang daun. Sistem tulang
daun merupakan lanjutan dari sistem jaringan pembuluh angkut batang atau cabang
dan pembuluh angkut akar. Bagian tersebut merupakan cabang dari silinder pusat
yang merupakan cabang dari silinder pusat batang.
Bagi tumbuhan, daun memiliki
beberapa kegunaan. Misalnya, sebagai tempat pembuatan makanan, pernapasan, dan
penguapan.
Daun berguna sebagai dapur tumbuhan.
Di dalam daun terjadi proses pembuatan makanan (pemasakan makanan). Makanan ini
digunakan tumbuhan untuk kelangsungan proses hidupnya dan jika lebih disimpan.
Di permukaan daun terdapat mulut
daun (stomata). Melalui stomata pertukaran gas terjadi. Daun mengambil
karbondioksida dari udara dan melepas oksigen ke udara. Proses inilah yang
menyebabkan kamu merasa nyaman saat berada di bawah pohon pada siang hari.
c. Tempat
tranpirasi tumbuhan.
Daun juga berperan penting dalam
transpirasi. Transpirasi adalah peristiwa penguapan pada tumbuhan. Transpirasi
dapat berlangsung di batang, tapi pada umumnya terjadi di daun. Melalui
transpirasi, air dan tumbuhan dalam bentuk uap air akan dikeluarkan melalui
stomata ke udara. Adanya transpirasi menyebabkan air dan mineral dari akar,
batang, dan tangkai daun terjadi terus menerus. Selain itu, transpirasi juga
berfungsi sebagai pengatur suhu tumbuhan. Kecepatan transpirasi pada tumbuhan
dipengaruhi oleh faktor internal(dalam) dan eksternal(luar).
Faktor-faktor dalam yang
mempengaruhi antara lain ukuran daun, jumlah stomata, ada todaknya lapisan
lilin pada permukaan daun, dan banyak sedikitnya bulu-bulu (trikoma) pada
permukaan daun. Faktor luar yang mempengaruhi antara lain suhu, kelembapan
udara, intensitas cahaya, dan keadaan air di dalam tanah. Saat udara lembab
transpirasi pada tumbuhan terganggu. Dalam keadaan tersebut tumbuhan
mengeluarkan kelebihan air tersebut dalam bentuk tetesan-tetesan air.Tidak
semua air yang diserap akar dipakai oleh tumbuhan. Kelebihan air ini jika tidak
dibuang dapat menyebabkan tumbuhan menjadi busuk dan mati. Sebagian air yang
tidak digunakan dibuang melalui mulut daun dalam bentuk uap air. Pada malam
hari, kelebihan air dikeluarkan melalui sel-sel pucuk daun. Proses ini disebut gutasi.
Bagi manusia, daun dapat digunakan
sebagai bahan makanan, contohnya daun pepaya dan singkong; obat-obatan,
contohnya daun jeruk dan jambu biji; rempah-rempah, contohnya daun salam jeruk.
d. Tempat
fotosintesis.
Fungsi utama dari daun adalah
sebagai tempat fotosintesis. Berawal dari air diserap oleh akar dan berlanjut
sanpai daun. Air dan mineral kemudian masuk ke jaringan mesofil daun terutama
ke jaringan palisade. Air digunakan untuk fotosintesis dan sebagian lagi untuk
proses penguapan. Hasil fotosintesis berupa gula (glukosa) dan oksigen. Glukosa
hasil fotosintesis akan diangkut oleh pembuluh tapis dan diedarkan ke seluruh
bagian tumbuhan. Oksigen dikeluarkan melalui stomata daun dan sebagian dipakai
untuk respirasi sel-sel di daun.
1. Struktur
Bunga
Bunga
merupakan organ yang penting bagi tumbuhan karena dalam bunga terdapat
alat-alat perkembangbiakan. Bunga merupakan ujung cabang yang mengalami
perubahan. Jika dilihat, bunga mempunyai beraneka ragam bentuk dan warna.
Tetapi setiap jenis bunga memiliki struktur dasar yang sama. Bila diamati,
bunga yang lengkap memiliki bagian-bagian antara lain kelopak bunga,
mahkota bunga, benang sari dan, putik.
a.
Kelopak Bunga (Calix)
Kelopak bunga merupakan bagian terluar dari bunga.
Biasanya bewarna hijau dan fungsinya adalah untuk melindungi kuncup bunga.
b.
Benang Sari (Stamen)
Benang sari merupakan organ perkembangbiakan jantan
pada tumbuhan. Letak benang sari umumnya mengelilingi putik. Benang sari
penghasil sel kelamin jantan. Bagian-bagian pada benang sari antara lain
tangkai sari (filamen), kotak sari (antera), serbuk sari (polen).
c.
Putik (Pistillum)
Putik terletak pada bagian tengah bunga. Putik
merupakan alat perkembangbiakan betina karena menghasilkan sel telur.
Bagian-bagian putik antara lain kepala putik (stigma), tangkai putik (stilus)
dan, bakal buah (ovarium). Di dalam ovarium terdapat bakal biji (ovulum) dan
didalam ovulum terdapat sel telur.
Tidak semua bunga memiliki
bagian-bagian yang lengkap. Bunga yang lengkap adalah bunga yang memiliki
bagian-bagian yaitu kelopak bunga, mahkota bunga, benang sari, dan putik.
Sedangkan bunga yang tidak lengkap adalah bunga yang tidak memiliki salah satu
atau lebih dari bagian-bagian bunga tersebut. Bunga yang tidak memiliki putik
disebut bunga jantan dan bunga yang tidak memiliki benang sari adalah bunga
betina sedangkan bunga yang memiliki putik dan benang sari dalam satu bunga
adalah bunga hermafrodit.
2. Fungsi Bunga
Fungsi bunga yang utama adalah
sebagai alat perkembangbiakan generatif. Perkembangbiakan generatif merupakan
perkembangbiakan yang didahului pembuahan. Pada tumbuhan berbunga, pembuahan
yang terjadi didahului dengan penyerbukan. Penyerbukan adalah peristiwa
jatuhnya kepala serbuk sari ke kepala putik. Bagian bunga yang paling menarik
adalah mahkota. Mahkota yang indah dan berbau menyengat menarik perhatian
serangga, seperti kupukupu, kumbang, dan lebah. Akibatnya, tanpa disadari
proses penyerbukan terjadi. Sedangkan bagi manusia, bunga dapat dimanfaatkan
sebagai hiasan, perlengkapan upacara adat, dan bahan rempah-rempah.
E. Struktur dan Fungsi Buah serta Biji
Pembuahan adalah proses penyatuan
sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Di bagian bawah putik terdapat bakal
buah dan didalamnya terdapat bakal biji yang bila terjadi penyerbukan,
bakal buah akan berkembang menjadi buah dan bakal biji menjadi biji.
1.
Buah
buah dapat dibedakan menjadi tiga yaitu buah tunggal, agregat, dan
majemuk. Buah tunggal yaitu bila buah dibentuk oleh satu bakal buah. Misalnya
buah mangga. Buah agregat yaitu bila buah dibentuk oleh banyak bakal buah.
Misalnya buah sirsak, arbei, dan srikaya. Sedangkan buah majemuk yaitu bila
buah dibentuk oleh banyak bakal buah dari banyak bunga. Misalnya buah nanas,
keluih, dan nangka.
Buah merupakan organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan modifikasi
lanjutan bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkus dan melindungi biji.
Berdasarkan jenisnya, buah ada dua macam, yaitu buah sejati dan buah semu.
a.
Macam-
macam Buah
1)
Buah Sejati
Buah sejati dapat
dibedakan menjadi buah sejati tunggal kering, buah sejati tunggal berdaging,
buah sejati ganda, dan buah sejati majemuk.Buah sejati tunggal kering terdiri
atas buah padi atau kariopsis, kurung atau akenium, keras atau nut, samara,
berbelah atau schizocarp, kendaga atau rhegma, dan buah kotak. Buah kotak
meliputi buah bumbung atau follicle, polong atau legume, loment, lobak atau
silique, lobak pendek atau siliqle dan buah kotak sejati atau capsule.Buah
sejati tunggal berdaging meliputi buah buni atau berry, mentimun atau pepo,
jeruk atau hesperidium, batu atau drupe, dan delima.
Buah sejati ganda disebut juga buah agregat, terdiri atas buah buni majemuk, batu majemuk,dan kurun majemu .
Buah sejati ganda disebut juga buah agregat, terdiri atas buah buni majemuk, batu majemuk,dan kurun majemu .
Cara membukanya buah
dapat bermacam-macam, ada yang melalui pembukaan satu kampuh, seperti pada buah
bumbung, pembukaan dua kampuh pada buah polong, buah lobak, dan lobak pendek.
Pada buah lain seperti buah kotak sejati, buah dapat membuka dengan katup atau
klep, dengan retak atau celah, gigi-gigi, liang atau pori, dan tutup atau
operculum.
Tipe buah dapat menjadi
ciri khas untuk familia tertentu, misalnya Leguminosae, anggotanya memiliki
tipe buah polong atau legume. Familia Cruciferae umumnya mempunyai tipe buah
lobak (silique) atau lobak pendek (siliqle).
2)
Buah Semu
Buah semu terjadi dari bakal buah dan
bagian-bunga lain. Bagian bunga tersebut bahkan menjadi bagian yang dominan
dalam pembentukan buah, sedangkan bakal buahnya sendiri kurang berkembang.
Contoh bagian tersebut, misalnya tangkai bunga, kelopak, tenda bunga, dasar
bunga, dan dasar bunga bersama. Bagian tersebut sering kali dapat dimakan
Buah semu dapat digolongkan menjadi buah
semu tunggal, semu ganda, semu majemuk, sorosis, dan syconous. Buah semu
tunggal berasal dari satu bunga yang mempunyai satu bakal buah. Buah semu ganda
berkembang dari satu bunga yang mempunyai banyak bakal buah bebas. Buah semu
majemuk berasal dari bunga majemuk, kemudian berkembang menjadi buah. Buah
tersebut umumnya terlihat sebagai satu buah karena masing-masing buah berkumpul
menjadi satu.
Beberapa contoh buah
semu, misalnya jambu mete, ciplukan, dan apel. Ketiganya termasuk buah semu
tunggal. Contoh buah semu ganda, misalnya strawberi, buah semu majemuk
contohnya nangka, sorosis contohnya mengkudu, dan buah syconous contohnya
adalah Ficus.
b.
Anatomi
Buah
Pada umumnya buah
berkembang dari bagian alat kelamin betina (putik) yang disebut bakal buah yang
mengandung bakal biji. Buah yang lengkap tersusun atas biji, daging buah, dan
kulit buah. Kulit buah yang masih mudah belum mengalami pemisahan jaringan.
Setelah masak, kulit buah ada yang dapat dibedakan menjadi tiga lapisan, yaitu
epikarp, mesokarp, dan endokarp.
1)
Epikarp
merupakan lapisan luar yang keras dan tidak tembus air, misalnya buah kelapa.
2)
Mesokarp
merupakan lapisan yang tebal dan berserabut, misalnya bersabut (kelapa),
berdaging (mangga dan pepaya).
3)
Endokarp
merupakan lapisan paling dalam yang tersusun atas lapisan sel yang sangat keras
dan tebal, misalnya tempurung (kelapa), berupa selaput tipis (rambutan).
2.
Biji
Biji yang bermula dari bakal biji
merupakan alat perkembangbiakan generatif. Di dalam biji terdapat calon
individu baru yang disebut embrio. Pada biji umumnya terdapat kulit biji, tali
pusat, dan inti biji.
a. Bagian-bagian Biji
1) Kulit Biji
(spermodermis). Pada biji tumbuhan angeospermae (tumbuhan berbiji
tertutup), bijinya memiliki dua lapisan yaitu kulit luar (testa), dan kulit
dalam (tegmen). Kulit luar tipis tetapi keras sedangkan kulit dalam seperti
selaput dan sering disebut kulit ari. Sedangkan pada tumbuhan gymnospermae
(tumbuhan berbiji terbuka) bijinya memiliki tiga lapisan yaitu lapisan luar,
lapisan tengah, dan lapisan dalam. Lapisan luar tebal berdaging. Lapisan
tengah lapisan kuat, keras, dan berkayu. Sedangkan lapisan dalam tipis seperti
selaput.
2) Tali Pusat. Merupakan
bagian yang menghubungkan biji denga papan biji (plasenta). Jika biji sudah
dimasak, tali pusat putus sehingga pada biji hanya terlihat bekasnya sebagai
pusat biji (hilus).
3) Inti Biji. Adalah semua
bagian biji yang terdapat di dalam kulit ari. Isi biji terdiri dari lembaga
yang merupakan calon individu baru. Dan putih lembaga sebagai cadangan makanan
tersimpan dalam daun lembaga.daun lembaga merupakan daun pertama pada tumbuhan
yang tumbuh.
b. Anatomi Biji
1)
Kotiledon,
cadangan makanan embrio
2)
Plumula, berdeferensiasi menjadi bakal daun
3)
Radikula, bakal calon akar
4)
Epikotil, bakal batang yang berada di atas
kotiledon
5)
Hipokoti, bakal batang yang berada di bawah
kotledon
6)
Skutelum, permukaan keras
7)
Testa, pelindung biji
3.
Fungsi
Buah dan Biji
Fungsi Buah dan Biji
a)
Fungsi buah
:
- sebagai cadangan makanan
- alat perkembangbiakan
- dimanfaatkan manusia
- sebagai pelindung biji
- sebagai cadangan makanan
- alat perkembangbiakan
- dimanfaatkan manusia
- sebagai pelindung biji
b)
Fungsi biji :
- hasil pembuahan / penyerbukan bunga
- alat perkembangbiakan
- dimanfaatkan manusia
- hasil pembuahan / penyerbukan bunga
- alat perkembangbiakan
- dimanfaatkan manusia
BAB
III
PENUTUP
B.
Kesimpulan
Dari
makalah ini dapat disimpulkan bahwa struktur tumbuhan terdiri dari akar,
batang, daun, bunga dan buah yang masing-masing dari struktur mempunyai fungsi
masing-masing serta komponen-komponen di dalamnya yang juga mempunyai fungsi
masing-masing.
DAFTAR PUSTAKA
stfitb2008.files.wordpress.com/2009/.../18-bunga-biji-buah....
Tjitrosoepomo, Gembong. 1989. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada
University Press:Yogyakarta
Hidayat, Estiti B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. ITB:Bandung
http://brewoktea.blogspot.com/2012/08/pertumbuhan-dan-perkembangan-tumbuhan.html
Komentar
Posting Komentar